Kuliah Pakar “Mitigation and Health Crisis of Disaster Impact” Bahas Strategi Penanganan Krisis Kesehatan Akibat Bencana

Kegiatan kuliah pakar bertema “Mitigation and Health Crisis of Disaster Impact” sukses dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Acara ini menghadirkan Ns. Mulyadi., S.Kep., M.Kes sebagai pemateri dan dipandu oleh moderator Siti Saleha, SST., M.Keb.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim serta peserta umum lainnya yang memiliki ketertarikan pada isu kebencanaan dan kesehatan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta diskusi interaktif selama sesi berlangsung.

Dalam pemaparannya, Ns. Mulyadi., S.Kep., M.Kes menekankan bahwa mitigasi bencana merupakan langkah krusial dalam meminimalkan dampak krisis kesehatan yang sering muncul pascabencana. Ia menjelaskan bahwa bencana alam maupun non-alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berpotensi memicu krisis kesehatan seperti wabah penyakit, gangguan kesehatan mental, keterbatasan akses layanan kesehatan, hingga masalah sanitasi dan ketersediaan air bersih.

“Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam tahap pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga fase rehabilitasi. Edukasi masyarakat, kesiapsiagaan, serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan dampak krisis kesehatan,” jelasnya.

Moderator, Siti Saleha, SST., M.Keb, turut memandu jalannya diskusi dengan aktif dan komunikatif sehingga suasana kuliah pakar tetap kondusif meskipun dilaksanakan secara daring. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarprofesi kesehatan dalam penanganan korban bencana.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kesiapan mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Almuslim dalam menghadapi situasi darurat bencana, sekaligus memperluas pemahaman peserta umum terkait pentingnya mitigasi dan manajemen krisis kesehatan akibat dampak bencana.

Dengan terselenggaranya kuliah pakar ini, diharapkan lahir tenaga kesehatan yang lebih sigap, tangguh, dan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *